media dan masyarakat
ARTIKEL
Media
dan Masyarakat
![]() |
Penulis:
Fadhilah
Amir Mu’minin
NIM:
B95219097
Dosen Pengampu:
Abu Amar
Bustomi, M.Si
Program
Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas
Dakwah dan Komunikasi
Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
September
2021
KATA PENGANTAR
Pertama, marilah kita panjatkan puji
dan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, makalah
ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam yang telah memberikan penulis segala nikmat dan karunianya.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan limpahkan kepada Nabi Muhammad
SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang
benderang ini. Berkat limpahan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat
diselesaikan untuk memenuhi tugas. Dan tentunya dalam pembuatan makalah ini
penulis menggunakan berbagai sumber sebagai data dan fakta pada makalah ini.
Kami menyadari masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Karena itu kritik dan saran pembaca akan selalu
membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini. Akhir kata semoga makalah ini
bermanfaat bagi para pembaca.
Surabaya,
September 2021
Fadhilah
Amir Mu’minin
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Media
dan masyarakat merupakan dua hal yang tak terpisahkan, ibarat ikan dan air.
Karena itu, memisahkan media dari masyarakatnya, sama halnya dengan memisahkan
ikan dari air. Hal ini tidaklah berarti masyarakat dapat mengontrol media
secara otoriter, tetapi dimaksudkan untuk menggambarkan keberadaan media tidak
dapat dipisahkan dari masyarakatnya. Demikian pula, dalam batas-batas tertentu
dapat dipahami bahwa media dan keberadaannya merepresentasikan suatu
masyarakat. Sebagaimana dikatakan oleh Jeffres (1968: 14), “The mass media can
‘reflect society’ in a multitude of ways”. Ingin dikatakan di sini, media dan
masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat.
Media merupakan sarana komunikasi bagi
masyarakat, yang terletak di antara dua pihak sebagai perantara atau penghubung.
Sedangkan McLuhan bersama Quentin Fiore, menyatakan bahwa “media setiap
zamannya menjadi esensi masyarakat” hal ini menunjukkan bahwasanya masyarakat
dan media selalu berkaitan dan media menjadi bagian yang penting dalam
kehidupan masyarakat, sadar atau tidak sadar bahwa media memiliki pengaruh yang
berdampak positif maupun negatif dalam pola dan tingkah laku masyarakat. Media
massa meliputi media cetak, media elektronik dan media online. Media cetak
terbagi menjadi beberapa macam diantaranya seperti koran, majalah, buku, dan
sebagainya, begitupula dengan media elektronik terbagi menjadi dua macam,
diantaranya radio dan televisi, sedangkan media online meliputi media internet
seperti website, dan lainnya[1].
B. Rumusan Masalah
a) Apa
pengertian media?
b) Apa
pengertian masyarakat?
c) Bagaimana
peran media dalam masyarakat?
C. Tujuan
a) Untuk
mengetahui pengertian media
b) Untuk
mengetahui pengertian masyarakat
c) Untuk mengetahui peran media dalam masyarakat
BAB II
Pembahasan
A. Media
Kata “media” dalam ilmu
komunikasi diterjemahkan dari istilah Latin “medium” yang berarti “tengah” atau
“perantara”.[2]
Media merupakan sarana komunikasi bagi masyarakat, yang terletak di antara dua
pihak sebagai perantara atau penghubung[3]. Media sosial
adalah sebuah media online,
dengan para penggunanya bisa dengan
mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi
meliputi blog, jejaring
sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial
dan wiki merupakan bentuk media
sosialyang paling umum
digunakan olehmasyarakat di
seluruh dunia. Pendapat lain
mengatakan bahwa media sosial
adalah media online yang
mendukung interaksi sosial dan
media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah
komunikasi menjadi dialog interaktif. Andreas
Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai
“sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di
atas dasar ideologi dan
teknologi Web 2.0
, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran
user generated content”. Jejaring
sosial merupakan situs dimana
setiap orang bisa membuat web page pribadi,
kemudian terhubung dengan teman teman untuk
berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial
terbesar antara lain
Facebook, Myspace, dan Twitter[4].
Sedangkan McLuhan bersama Quentin Fiore,
menyatakan bahwa “media setiap zamannya menjadi esensi masyarakat” hal ini
menunjukkan bahwasanya masyarakat dan media selalu berkaitan dan media menjadi
bagian yang penting dalam kehidupan masyarakat, sadar atau tidak sadar bahwa
media memiliki pengaruh yang berdampak positif maupun negatif dalam pola dan
tingkah laku masyarakat[5]. Media
modern seringkali dipandang sebagai perantara antara satu “dunia” dan audiens.
Tetapi bagi Branston, media tidak dapat diasumsikan secara seperti itu, sebagai
saluran komunikasi sederhana, hanya sebagai “jendela-jendela atas dunia”. Ini
mungkin satu pendapat yang lebih maju yang menilai media komunikasi tidak hanya
apa yang tampak, bisa diindera sebagaimana media massa seperti TV, radio, surat
kabar, dan majalah, tetapi juga hal-hal yang tersembunyi dari sesuatu pesan
yang ditampilkan oleh media[6].
B. Masyarakat
Definisi Masyarakat menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “sejumlah
manusia dalamarti seluas-luasnya dan
terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama”.[7] Secara umum
pengertian masyarakat adalah
sekumpulan individu-individu / orang yang
hidup bersama, masyarakat
disebut dengan “society” artinya
adalah interaksi sosial, perubahan sosial,
dan rasa kebersamaan,
berasal dari kata
latin sociusyang berarti (kawan). Istilah masyarakat
berasal dari kata
bahasa Arab syaraka yang
berarti (ikut serta
dan berpartisipasi). Dengan kata lain pengertian masyarakat adalah suatu
struktur yang mengalami ketegangan
organisasi maupun perkembangan
karena adanya pertentangan
antara kelompok - kelompok yang
terpecah secara ekonomi
menurut (Karl Marx).
Menurut Emile Durkheim .
Masyarakat merupakan manusia
yang hidup bersama,
hidup bersama dapat diartikan sama dengan
hidup dalam suatu
tatanan pergaulan dan
keadaan Ini akan
tercipta apabila manusia melakukan
hubungan, Mac Iver
dan Page (dalam
Soerjono Soekanto 2006:
22), mengatakan bahwa masyarakat adalah suatu system dari kebiasaan,
tata cara, dari wewenang dan kerja sama
antar berbagai kelompok,
penggolongan, dan pengawasan
tingkah laku sertakebiasaan - kebiasaan manusia. Masyarakat
merupakan suatu bentuk kehidupan bersama untuk jangka waktu
yang cukup lama
sehingga menghasilkan suatu
adat istiadat, menurut
Ralph Linton (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22) masyarakat merupakan
setiap kelompok manusia yang telah hidup
dan bekerja bersama
cukup lama, sehingga
mereka dapat mengatur
diri mereka dan menganggap
diri mereka sebagai
suatu kesatuan sosial
dengan batas - batas yang dirumuskan dengan
jelas sedangkan masyarakat
menurut Selo Soemardjan (dalam
Soerjono Soekanto, 2006: 22) adalah orang - orang yang hidup bersama
yang menghasilkan kebudayaan dan
mereka mempunyai kesamaan
wilayah, identitas, mempunyai
kebiasaan, tradisi, sikap, dan
perasaan persatuan yang
diikat oleh kesamaan. Dari sini
dapat disimpulkan bahwa masyarakat merupakan
sekumpulan manusia yang
berinteraksi dalam suatu
hubungan sosial. Mereka mempunyai
kesamaan budaya, wilayah, dan identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap,
dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan[8].
C. Posisi Media pada Kehidupan Masyarakat
Posisi media menjadi penting seiring
dengan hadirnya banyak media di tengah masyarakat. Kehadiran media tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan masyarakat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Kondisi dari setiap media dewasa ini, terutama setelah hadirnya media sosial
sangat memperluas cakupan komunikasi manusia. Untuk lebih jelasnya tentang
posisi media, berikut penjelasannya[9].
Pertama, Media Cetak. Koran,
sekian tahun lalu
keberadaan koran dianggap segera berakhir. Jika dapat bertahan
setelah adanya televisi, koran dinilai tidak akan banyak berpengaruh
lagi. Pandangan ini
memiliki alasan, karena
banyak koran di kota-kota
besar terpaksa gulung
tikar. Namun sejak
1970-an, koran terbukti mampu bertahan,
meskipun prosesnya memang
tidak mudah Sekalipun sebagian koran terbesar
gagal bertahan, koran-koran
yang mampu menyajikan
pelayanan baru, khususnya di daerah pinggir kota berhasil menyelamatkan
diri. Majalah, sama halnya dengan koran, majalah juga harus berusaha keras
menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi baru. Majalah yang mampu bertahan
umumnya adalah yang bersifat khusus,
misalnya majalah khusus
wisata, olahraga, hobi perahu
layar, penggemar acara televisi
atau berita - berita ilmiah.
Kedua, Media Siran. Radio semakin terdesak oleh televisi, namun masih
memiliki banyak penggemar. Kecendrungannya adalah
jangkauan siaran radio
semakin sempit sehingga yang
paling mampu bertahan
adalah radio -radio yang
hanya melayani suatu wilayah
kecil saja. Tantangannya
tidak kalah dari
yang dihadapi oleh koran
dan majalah, namun
radio terbantu oleh
penemuan transistor yang membuatnya jauh lebih ringkas.
Selain radio, media
siaran juga terdiri
dari televisi. Televisi
merupakan media baru setelah
hadirnya radio. Masyarakat lebih menikmati acara yang disiarkan oleh
televisi dibandingkan media
lainnya sebab dengan
televisi, masyarakat dapat melihat
dan mendengar perstiwa
yang disampaikan. Berdasarkan
dua jenis media massa
tersebut setiap media
memiliki sejarah dan
karakteristik yang berbeda sehingga baik
media cetak ataupun
siaran sangat dibutuhkan
sebagai sarana komunikasi massa.
Perkembangan media massa
tentu saja mengalami
pasang surut, namun para
pengelola media tidak
tinggal diam ketika
media yang dikelola mengalami penurunan
peminat, karena semakin
berkembanganya suatu teknologi dan
kemampuan manusia dalam
menciptakan inovasi untuk
berkomunikasi, kini selain media cetak
dan media siaran, produk
media massa pun berkembang pada media online[10].
BAB III
Kesimpulan
Media adalah
suatu sarana komunikasi bagi masyarakat, dimana komunikasi sendiri merupakan
sebagai pihak perantara atau penghubung. Jenis media komunikasi yaitu; media
audio, media fiskal,dan media audio visual. Fungsi media yaitu sebagai alat
atau sarana untuk memberikan informasi.
Dapat
disimpulkan bahwa media adalah menjadi indera atau
instrumen komunikasi yang memungkinkan seorang buat merekam dan mengirim liputan dan pengalaman-pengalaman menggunakan cepat pada khalayak yang luas
terpencar- pencar dan heterogen. Sedangkan warga bisa diartikan menjadi sekelompok
orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya,
dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat pada kelompok
tersebut.
Daftar
Pustaka
Khatimah,
Husnul. Posisi dan Peran Media dalam Kehidupan Masyarakat. 2018. Vol. 16
Branston Gill, dan Roy
Stafford. The Media Student’s Book, Ed.III; London: Routledge, 2003. Hal 9
Risa Agustin,
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia ( Surabaya: Serba Jaya, 2011), 413.
A.S, Cahyono.
Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia. Volume
9
McLuhan
M & Quentin Fiore, The Medium is The Massage (New York: Bantam Books,
1967), 464
Branston Gill,
dan Roy Stafford. The Media Student’s Book, Ed.III; London: Routledge, 2003.
Hal 9
Prasetyo, Doni.
Memahami masyarakat dan perspektifnya. 2020. Vol. 1
Husnul
Khatimah, POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT. Tasâmuh Volume 16,
No. 1, Desember 2018, hal 123
Khatimah, Husnul.
Posisi dan Peran Media dalam Kehidupan Masyarakat. 2018. Vol. 16
Branston
Gill, dan Roy Stafford. The Media Student’s Book, Ed.III; London: Routledge,
2003. Hal 9
A.S, Cahyono. Pengaruh
Media Sosial terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia. Volume 9
McLuhan
M & Quentin Fiore, The Medium is The Massage (New York: Bantam Books,
1967), 464
Branston
Gill, dan Roy Stafford. The Media Student’s Book, Ed.III; London: Routledge,
2003. Hal 9
KBBI
Prasetyo, Doni.
Memahami masyarakat dan perspektifnya. 2020. Vol. 1


Komentar
Posting Komentar